Tahun Baru Itu Seharusnya Tanggal 23 Desember Bukan 1 Januari

Banyak orang merayakan tahun baru pada tanggal 1 Januari dan beranggapan bahwa tanggal 1 Januari merupakan titik awal bumi mengelilingi Matahari, tapi benarkan demikian?

Setiap tahunnya Bumi ini akan berada pada titik Perihelion orbitnya, dimana waktu yang seharusnya dimulai tahun baru, tetapi penanggalan yang berlaku sekarang tidak menunjukkan demikian.

Kalau dimisalkan pada tanggal 1 Januari 1901 Bumi ini berada pada titik Perihelion orbitnya dan bintang-bintang di angkasa berada pada posisi yang ditandai, maka bintang-bintang itu akan berada kembali di tempat yang sama sesudah 15 tahun kemudian, yaitu tanggal 1 Januari 1916.

Jika orang melihat Matahari condong ke utara atau ke selatan sewaktu terbit dan terbenamnya, maka itu hanyalah karena gerakan zigzag dari Bumi ketika berkitar mengelilingi Matahari. Kejadian yang dilihat ialah sebagai berikut:

  • Pada tanggal 21 Maret, Matahari tepat berada di atas garis ekuator sambil bergerak ke arah utara, dan tanggal 21 Juni Matahari mencapai titik 23 1/2 derajat dari ekuator, titik pada garis keliling yang dinamakan dengan Tropic of Cancer.

    Ketika itu berlaku siang terpanjang di belahan utara, sebaliknya malam terpanjang di belahan selatan.

  • Dari tanggal 21 Juni, Matahari mulai bergerak kembali ke arah ekuator dan tepat berada di at as garis ekuator pada tanggal 21 September.
  • Pada tanggal 22 September, Matahari terus bergerak dari garis ekuator ke arah selatan dan sampai di garis yang dinamakan Tropic of Capricorn yaitu pada titik 23 1/2 derajat dari ekuator keliling Bumi.

    Pada tanggal 22 Desember berlaku siang terpanjang di belahan selatan dan malam terpanjang di belahan utara. Selanjutnya Matahari bergerak kembali ke arah ekuator Bumi dan sampai pada tanggal 20 Maret untuk pergantian musim selanjutnya.


Dengan gerakan Matahari yang tampak dari Bumi demikian, timbullah tiga lingkungan daerah tadi, baik di belahan utara maupun di belahan selatan yang lama waktu siangnya berlainan, begitu pula lama waktu malamnya.

Disebabkan itu pula adanya empat pergantian musim di Temperature Zone yaitu yang dinamakan musim semi, panas, gugur, dan musim dingin.

Perpindahan posisi Matahari itu juga menimbulkan waktu subuh, maghrib (pada agama Islam) dan waktu shalat lainnya tidak pernah tetap di suatu daerah. Kadang-kadang lebih cepat dari biasanya dan kadang-kadang lebih lambat.

Misalnya pada bulan Juni, penduduk Eropa Utara mengalami waktu subuh pada jam 03.00 menurut jam setempat, dan waktu maghrib pada jam 21.00. Tetapi pada bulan Desember; waktu subuh di sana berlaku pada jam 09.00 dan waktu manghrib pada jam 15.00. Sementara itu pada kedua bulan tersebut, penduduk Australia mengalami waktu subuh dan manghrib sebaliknya.

 

Kalender Gregorian

Kalender Gregorian adalah pembaruan dari kalender Julian. Dalam 16 abad pemakaian kalender Julian, titik balik surya sudah bergeser maju sekitar 10 hari dari yang biasanya ditengarai dengan tanggal 21 Maret tiap tahun. Hal ini membuat kacaunya penentuan hari raya Paskah (pada agama Nasrani) yang bergantung kepada daur bulan dan daur matahari di titik balik tersebut.

Dikawatirkan Paskah akan semakin bergeser tidak lagi jatuh di musim semi untuk belahan bumi utara, serta semakin menjauhi peringatan hari pembebasan jaman Nabi Musa (penyeberangan laut merah).

Pemikiran tentang koreksi ini sebenarnya telah mulai dipergunjingkan dengan keluarnya tabel-tabel koreksi oleh gereja sejak jaman Paus Pius V pada tahun 1572.

Dekrit rekomendasi baru dikeluarkan oleh penggantinya, yaitu Paus Gregorius XIII, dan disahkanlah pada tanggal 24 Februari 1582. Isinya antara lain tentang koreksi daur tahun kabisat dan pengurangan 10 hari dari kalender Julian.

Dengan demikian, tanggal 4 Oktober 1582 Julian, esoknya adalah tanggal 15 oktober 1582 Gregorian. Tangal 5 hingga 14 Oktober 1582 tidak pernah ada dalam sejarah kalender ini.

Sejak saat itu, titik balik surya bisa kembali ditandai dengan tanggal 21 Maret tiap tahun, dan tabel bulan purnama yang baru disahkan untuk menentukan perayaan Paskah di seluruh dunia.

Jadi, jika penanggalan itu benar-benar cocok dengan pergantian musim yang menjadi dasar penyusunannya, maka permulaan tahun atau tahun barunya bukanlah pada 1 Januari tetapi 23 Desember yaitu tanggal permulaan matahari tampak bergerak dari Tropic of Capricorn di belahan selatan Bumi ke arah Tropic of Cancer di belahan utara.

Tapi bagaimana jika perhitungan penanggalan itu didasarkan pada orbit Bumi mengelilingi Matahari?

Dari perhitungan juga ini tidak tepat, karena setiap tanggal 1 Januari dari tahun ke tahun selalu terlambat 40º 48″. Jadi tiap tanggal 1 Januari, posisi bumi tidak tepat kembali ke posisi semula seperti tanggal 1 Januari tahun sebelumnya menurut kalender.

Jadi pada setiap tahun barunya ternyata Bumi bukan berada permulaan orbitnya, bukan dimulai dari waktu Bumi berada di titik Prihelion orbitnya, dan bukan pula dimulai waktu Bumi berada pada derajat permulaan geraknya keliling Matahari.

Tag:

  • pda tanggal 21september-22desember belahan bumi utara mengalami musim
  • kedudukan bumi pada tanggal 1 januari
  • pada tanggal 22 december matahari tepat berada di garis
  • tanggal 22 desember matahari tepat berada di garis apa

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>