Satu pertanyaan yang menggelitik benak ketika menjalani hari ke-dua Idul Fitri 1436 H..
Apakah kita hanya menjadi muslim ketika dibulan ramadhan saja?
Mari kita tengok ke kitab yang menjadi tuntunan pertama umat Islam.
Allah berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
Artinya: “Ibadahilah Rabbmu sampai datang kepadamu kematian.”
[QS. Al Hijr: 99]
Allah berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah (hanya) kepada-Ku.
(adz-Dzaariyaat : 56)
Shalat wajib tetap harus kita terus kerjakan… Adapun shawm dan qiyaam, maka ini TETAP ADA di bulan-bulan lain… Ada shawm senin-kamis, shawm ayyaamul biidh, shawm dawd… Masih ada pula qiyamul layl (tahajjud dan witir), terutama witir JANGAN SAMPAI KITA TINGGALKAN…
Rasulullah shallallaahu ‘alayhi wa
يَا عَبْدَ اللَّهِ لَا تَكُنْ مِثْلَ فُلَانٍ كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ
“Wahai ‘Abdullah, janganlah kamu seperti fulan, yang dia biasa mendirikan shalat malam namun kemudian meninggalkan shalat malam”.
(HR. al-Bukhaariy)
Beliau juga bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinyu dikerjakan, meskipun sedikit”
(HR Muslim dan selainnya)
Jadi bagaimana dengan kita?
- Fiqih Qurban - 6 September 2016
- Circuit Breaker dan Tripping Curve - 28 July 2015
- Arti Status Lacak Kiriman Paket Post Indonesia - 28 July 2015
Leave a Reply